Peluang dan Dampak Nyata Program Beasiswa Non-Gelar Micro Credential Melalui Dana LPDP Ditjen GTK

4 April 2024

 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali menyelenggarakan webinar SAPA GTK yang saat ini memasuki episode 19, pada Kamis (28/4/2024) lalu. Program Sapa GTK ini merupakan agenda webinar yang ditujukan untuk membahas isu-isu terkini terkait program utama maupun pendukung di lingkungan Ditjen GTK.

Episode kali ini membahas topik “Peluang dan Dampak Nyata Program Beasiswa Non-Gelar Micro Credential Melalui Dana LPDP Ditjen GTK” dan ditayangkan langsung di laman YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Adapun narasumber yang turut berpartisipasi dalam agenda ini adalah Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd. (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan), Dr. Santi Ambarrukmi M.Ed. (Direktur Guru PAUD Dikmas, Ditjen GTK), Prof. Didin Nuruddin Hidayat, MA TESOL, Ph.D, (Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Nissa Afriliana, S.E., M.BA., (Penanggung Jawab Program Beasiswa LPDP Ditjen GTK). 

Melalui program ini, Ditjen GTK membuka kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk mengikuti beasiswa non-gelar micro credential. Tak hanya itu, guru dan tenaga kependidikan juga dapat mengetahui informasi penting dari program, seperti tata cara pendaftaran, kebermanfaatan beasiswa micro credential bagi guru. Selain itu, juga ada cerita pengalaman dari lulusan program beasiswa micro credential sebelumnya. 

 

Bermitra dengan Kampus Terbaik 

Dr. Santi Ambarrukmi M.Ed., dalam laporannya menyampaikan bahwa program beasiswa non-gelar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar. 

Program yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan telah diikuti oleh guru mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk SMK dan SLB. Adapun perguruan tinggi terbaik yang telah menjadi mitra dalam program ini, di antaranya Monash University, Columbia University, Ohio State University, Harvard University, dan masih banyak lagi.

“Selama program ini berlangsung, para guru mendapatkan pelatihan jangka pendek dengan topik materi yang sangat teknis dan sangat spesifik, yakni bidang keilmuan yang sangat dibutuhkan untuk percepatan transformasi pendidik dalam Merdeka Belajar, di antaranya terkait literasi dan numerasi.” ungkap Direktur Guru PAUD Dikmas tersebut. 

Dirjen GTK, Prof. Nunuk Suryani dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan program beasiswa non-gelar ini bekerjasama dengan universitas terbaik dunia agar para guru dan tenaga kependidikan mendapatkan materi terbaik yang diberikan oleh pakar di bidang masing-masing dengan standar internasional. Dengan begitu, para peserta akan mendapatkan pengalaman belajar-mengajar yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah atau instansinya masing-masing. 

“Kami mengajak para guru dan tenaga kependidikan di penjuru Indonesia untuk mengikuti program ini dan memiliki komitmen yang besar dalam menjalankan program sampai selesai,” ungkap Dirjen GTK. 

Dalam kesempatan ini, Prof. Nunuk mengucapkan terima kasih kepada LPDP atas kerjasama yang berjalan sangat baik dengan Kemendikbudristek sampai saat ini sehingga beasiswa micro credential ini tetap dapat dilanjutkan. “Apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada perguruan tinggi yang mendukung program ini, baik dari dalam maupun luar negeri, baik yang baru bermitra dengan kami tahun ini ataupun tahun-tahun sebelumnya ini,” tuturnya.

 

Kiat untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Dalam kesempatan ini, SAPA GTK 19 juga menghadirkan Nissa Afriliana, S.E., M.BA., sebagai Penanggung Jawab Program Beasiswa LPDP Ditjen GTK. Ia menyampaikan tentang penjelasan program dan manfaat program beasiswa non-gelar micro credential, informasi perguruan tinggi penyelenggara, syarat peserta yang dapat mengikuti, linimasa pendidikan, dan alur program.

Selain itu, juga hadir Prof. Didin Nuruddin Hidayat, MA TESOL, Ph.D., Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kesempatan ini ia menyampaikan tentang pentingnya sertifikasi bahasa Inggris bagi guru dan tenaga kependidikan, tips dan trik untuk mendapatkan sertifikat bahasa Inggris yang dipersyaratkan, dan tentunya beliau juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan mengikuti Program beasiswa micro credential. 

Tak hanya itu, selain paparan dari narasumber, di akhir kegiatan ini ada sesi tanya jawab untuk para guru di penjuru Indonesia. Salah satunya, pertanyaan Mia Rista dari SMKN Padang, untuk Nissa Afriliana. Ia menanyakan kiat sukses meraih beasiswa micro credential. 

“Pertama, persyaratan dan kriteria harus diperhatikan dan disiapkan dari sekarang, misalnya seperti persiapan bahasa Inggris. Kedua, pada saat memilih program, sebaiknya mengetahui informasi awal atau ilmu dasar dari bidang ilmu yang akan diambil. Ketiga, harus bisa menunjukkan komitmen  mengikuti program beasiswa mulai dari pendaftaran, seleksi sampai program selesai dan rencana tindak lanjut ,” jawab Nissa. 

Menambahkan Nissa, Prof. Didin Nuruddin Hidayat menyampaikan agar para guru memasukkan sertifikat tes bahasa yang sesuai dengan ketentuan. Selanjutnya, ia mengingatkan agar setiap formulir mesti diisi dengan cermat karena para reviewers akan betul-betul membaca dengan seksama. Terakhir, ia mengajak para guru agar mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara. “Sukses buat bapak dan ibu semua,” tutupnya. 

 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) kembali menyelenggarakan webinar SAPA GTK yang saat ini memasuki episode 19, pada Kamis (28/4/2024) lalu. Program Sapa GTK ini merupakan agenda webinar yang ditujukan untuk membahas isu-isu terkini terkait program utama maupun pendukung di lingkungan Ditjen GTK.

Episode kali ini membahas topik “Peluang dan Dampak Nyata Program Beasiswa Non-Gelar Micro Credential Melalui Dana LPDP Ditjen GTK” dan ditayangkan langsung di laman YouTube Ditjen GTK Kemdikbud RI. Adapun narasumber yang turut berpartisipasi dalam agenda ini adalah Prof. Dr. Nunuk Suryani M.Pd. (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan), Dr. Santi Ambarrukmi M.Ed. (Direktur Guru PAUD Dikmas, Ditjen GTK), Prof. Didin Nuruddin Hidayat, MA TESOL, Ph.D, (Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), dan Nissa Afriliana, S.E., M.BA., (Penanggung Jawab Program Beasiswa LPDP Ditjen GTK). 

Melalui program ini, Ditjen GTK membuka kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk mengikuti beasiswa non-gelar micro credential. Tak hanya itu, guru dan tenaga kependidikan juga dapat mengetahui informasi penting dari program, seperti tata cara pendaftaran, kebermanfaatan beasiswa micro credential bagi guru. Selain itu, juga ada cerita pengalaman dari lulusan program beasiswa micro credential sebelumnya. 

 

Bermitra dengan Kampus Terbaik 

Dr. Santi Ambarrukmi M.Ed., dalam laporannya menyampaikan bahwa program beasiswa non-gelar ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar. 

Program yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan telah diikuti oleh guru mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, termasuk SMK dan SLB. Adapun perguruan tinggi terbaik yang telah menjadi mitra dalam program ini, di antaranya Monash University, Columbia University, Ohio State University, Harvard University, dan masih banyak lagi.

“Selama program ini berlangsung, para guru mendapatkan pelatihan jangka pendek dengan topik materi yang sangat teknis dan sangat spesifik, yakni bidang keilmuan yang sangat dibutuhkan untuk percepatan transformasi pendidik dalam Merdeka Belajar, di antaranya terkait literasi dan numerasi.” ungkap Direktur Guru PAUD Dikmas tersebut. 

Dirjen GTK, Prof. Nunuk Suryani dalam sambutannya menegaskan bahwa tujuan program beasiswa non-gelar ini bekerjasama dengan universitas terbaik dunia agar para guru dan tenaga kependidikan mendapatkan materi terbaik yang diberikan oleh pakar di bidang masing-masing dengan standar internasional. Dengan begitu, para peserta akan mendapatkan pengalaman belajar-mengajar yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah atau instansinya masing-masing. 

“Kami mengajak para guru dan tenaga kependidikan di penjuru Indonesia untuk mengikuti program ini dan memiliki komitmen yang besar dalam menjalankan program sampai selesai,” ungkap Dirjen GTK. 

Dalam kesempatan ini, Prof. Nunuk mengucapkan terima kasih kepada LPDP atas kerjasama yang berjalan sangat baik dengan Kemendikbudristek sampai saat ini sehingga beasiswa micro credential ini tetap dapat dilanjutkan. “Apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga juga kami sampaikan kepada perguruan tinggi yang mendukung program ini, baik dari dalam maupun luar negeri, baik yang baru bermitra dengan kami tahun ini ataupun tahun-tahun sebelumnya ini,” tuturnya.

 

Kiat untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

Dalam kesempatan ini, SAPA GTK 19 juga menghadirkan Nissa Afriliana, S.E., M.BA., sebagai Penanggung Jawab Program Beasiswa LPDP Ditjen GTK. Ia menyampaikan tentang penjelasan program dan manfaat program beasiswa non-gelar micro credential, informasi perguruan tinggi penyelenggara, syarat peserta yang dapat mengikuti, linimasa pendidikan, dan alur program.

Selain itu, juga hadir Prof. Didin Nuruddin Hidayat, MA TESOL, Ph.D., Guru Besar Pendidikan Bahasa Inggris, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kesempatan ini ia menyampaikan tentang pentingnya sertifikasi bahasa bagi guru dan tenaga kependidikan, tips dan trik untuk mendapatkan sertifikasi bahasa, dan tentunya beliau juga mengajak para guru dan tenaga kependidikan mengikuti Program beasiswa micro credential. 

Tak hanya itu, selain paparan dari narasumber, di akhir kegiatan ini ada sesi tanya jawab untuk para guru di penjuru Indonesia. Salah satunya, pertanyaan Mia Rista dari SMKN Padang, untuk Nissa Afriliana. Ia menanyakan kiat sukses meraih beasiswa micro credential. 

“Pertama, persyaratan dan kriteria harus diperhatikan dan disiapkan dari sekarang, misalnya seperti persiapan bahasa Inggris. Kedua, pada saat memilih program, sebaiknya mengetahui informasi awal atau ilmu dasar dari bidang ilmu yang akan diambil. Ketiga, selama program, harus bisa menunjukkan komitmen agar mengikuti program beasiswa sampai selesai,” jawab Nissa. 

Menambahkan Nissa, Prof. Didin Nuruddin Hidayat menyampaikan agar para guru memasukkan sertifikat tes bahasa yang sesuai dengan ketentuan. Selanjutnya, ia mengingatkan agar setiap formulir mesti diisi dengan cermat karena para reviewers akan betul-betul membaca dengan seksama. Terakhir, ia mengajak para guru agar mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara. “Sukses buat bapak dan ibu semua,” tutupnya.

Semangat BBGP Jabar Juara!

Bandung (13/9), Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat (BBGP Jabar) melakukan Sosialisasi Penyesuaian Kelompok Kerja (Pokja) di Aula Binangkit,

BBGP Jabar Sambut Baik Konsultasi dari Dinas Pendidikan

BBGP Jabar Sambut Baik Konsultasi dari Dinas Pendidikan

Bandung (14/10) Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat hari ini kedatangan dua Dinas Pendidikan di kantor jalan Diponegoro. Kepala

Keberagaman dan Kreativitas: Kemeriahan Karnaval Merdeka Belajar

Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi   Nomor: 243/sipers/A6/V/2023   Keberagaman dan Kreativitas: Kemeriahan Karnaval Merdeka Belajar  

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp