Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Resmi Ditutup, Sebanyak 7.890 Guru Resmi Jadi Guru Penggerak

5 June 2023

Siaran Pers

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Jakarta, 1 Juni 2023 – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, menutup secara resmi pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan ke-6, Rabu (31/5/2023). Ia mengapresiasi perjuangan Guru Penggerak dari 136 Kab/Kota di 32 Provinsi di Indonesia yang telah menyelesaikan salah satu program prioritas Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dari Merdeka Belajar Episode Lima.

 

“Saya selalu percaya bahwa Guru Penggerak yang sudah melalui pendidikan ini adalah bagian dari para pemimpin pendidikan Indonesia di masa depan. Pemimpin-pemimpin pendidikan yang menjadikan kebutuhan murid sebagai petimbangan utama dalam setiap keputusan nantinya,” kata Nunuk Suryani penuh rasa bangga dalam acara yang diselenggarakan secara daring melalui Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI.

 

Nunuk Suryani juga berharap agar Guru Penggerak yang sudah mengikuti program PGP dapat segera menggerakkan ekosistem pendidikan di dalam sekolah dan juga di wilayah kabupaten/kota masing-masing. “Bersama rekan-rekan seperjuangan, yang sama-sama bergerak demi perbaikan pendidikan Indonesia, para Guru Penggerak bisa saling bersinergi dan berkolaborasi satu sama lain,” tegasnya.

 

Direktur Kepala Sekolah Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan, Praptono, melaporkan bahwa PGP angkatan keenam yang diselenggarakan sejak 24 Agustus 2022 sampai 13 Mei 2023 ini, telah meluluskan sebanyak 7.890 Guru Penggerak yang terdiri dari PGP Reguler dan PGP Rekognisi. “Para Guru Penggerak yang telah selesai mengikuti program ini merupakan stok bagi Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengangkat mereka menjadi kepala sekolah maupun pengawas sekolah. Guru Penggerak ini sudah siap membawa perubahan dalam pendidikan kita,” ujar Praptono.

 

Dalam agenda yang sama, para Guru Penggerak dari angkatan ke-6 juga turut menyampaikan pesan dan kesan mereka selama mengikuti PGP. “Saya senang dan bangga bisa menyelesaikan pendidikan ini dengan hasil memuaskan,” ujar Heri Setyawan, Guru SMA 1 Sekotong, NTB.

 

Selain itu, Lia Mastaria Polapa, SMA 1 Dungalio, Gorontalo, juga menyampaikan rasa bangganya menjadi bagian dari Guru Penggerak. “Saya bertemu dan berkolaborasi dengan para Calon Guru Penggerak yang hebat, dibimbing oleh Pengajar Praktik yang bijak, dan  banyak belajar dari fasilitator yang luar biasa, serta diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan instruktur yang berpikir maju dan mengedepankan nilai kebajikan,” ujarnya.

 

“Berkat pelatihan yang saya dapat melalui Pendidikan Guru Penggerak, anak-anak menjadi lebih antusias dan lebih semangat untuk melakukan proses pembelajaran setiap harinya,” ujar Astried Yanuarti Lofa, Guru TK Arraisyah Koba, Bangka Belitung yang merasa suasana belajar menjadi lebih menyenangkan setelah ia mempraktikkan materi pembelajaran yang didapat dari PGP.

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Sekretariat Jenderal

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

 

Laman: kemdikbud.go.id

Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI

Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri

Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri

Youtube: KEMENDIKBUD RI

Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

 

#MerdekaBelajar

Yuk Ramaikan Hari Guru Nasional dengan Twibbon Semarak Karya BBGP Jabar

Yuk Ramaikan Hari Guru Nasional dengan Twibbon Semarak Karya BBGP Jabar

Halo Sahabat BBGP Jawa Barat Salam sehat dan salam sejahtera. Mari kita meriahkan kegiatan Semarak Karya Transformasi Pendidikan Berbasis Komunitas

KEBUGARAAN JASMANI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Banyak orang para mom dan guru nih yang berfikir  bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak dapat melakukan olahraga atau aktifitas

Kemendikbudristek Merilis Dua Fitur Baru dalam Platform Merdeka Mengajar

Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Merilis Dua Fitur Baru dalam Platform Merdeka Mengajar Jakarta, 31 Oktober

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp