Bermain Angka dengan Roda Pintar

1 July 2020

Nama alat ini adalah Roda Pintar. Melihat bentuknya, seperti Wheel of Fortune yang sering terdapat dalam acara kuis ya Sahabat Luar Biasa. Terdapat sebuah roda dengan porosnya serta jarum sebagai penanda titik.

Bagaimana cara memainkanya?
Tentunya roda diputar searah jarum jam. Dan…rrrrrrr… roda pun berputar. Awalnya kencang. Lalu perlahan menjadi pelan. Pelan sekali. Hingga akhirnya berhenti. Roda berhenti dan jarum menunjuk kepada pola-pola berupa titik-titik (dot)

Ya, ini dia alat peraga yang dibuat oleh Istiqomah, SLB Paedagogia, Surabaya.
Istiqomah merupakan peserta Diklat Strategi Pembelajaran Konsep Bilangan Berbasis Aktivitas bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Roda Pintar adalah tugas yang dikumpulkannya.

Diklat Strategi Pembelajaran Konsep Bilangan Berbasis Aktivitas bagi ABK digelar pada 10 hingga 16 Juni lalu. Tentunya secara online.

Peserta diklat melakukan kegiatan praktek membuat alat peraga pembelajaran matematika bagi ABK. Alat peraga inilah yang akan digunakan saat pembelajaran. Bentuknya berupa permainan matematika.

Hal ini membuat murid tidak terasa jika sedang belajar matematika. Yang dirasa justru seperti sedang bermain. “Aktivitas-aktivitas permainan yang menyenangkan menggunakan alat ini yang kita pelajari di diklat ini,” jelas Fasilitator Diklat, Trisno Ikhwnudin.

Roda Pintar merupakan salah satu alat peraga hasil dari tugas peserta. Trisno menjelaskan, setelah roda berhenti berputar, jarum pada roda akan menunjuk pada suatu pola angka. Misalnya, jarum berhenti pada pola angka 3.

“Maka anak diminta mengambil pola angka 3,” jelasnya.

Permainan biaa diulangi ini sampai anak memperoleh 4 kartu pola angka. Lalu, setelah mendapatkan 4 kartu pola angka, anak bisa diminta untuk mengurutkan kartu pola tersebut. Dari angka terkecil hingga ke angka terbesar.

“Ini adalah permainan mengurutkan bilangan. Kita juga bisa mengetahui mana bilangan yang lebih kecil atau lebih besar,” pungkas Trisno (*)

Instagramania eps 5: Saatnya Jadi Guru yang Baik Level

Saatnya Jadi Guru yang Naik Level Level kompetensi Guru mencakup: Paham, Dasar, Menengah, Mumpuni, Ahli. Nah, Sahabat ingin tahu ada

Selamat Hari Kesaktian Pancasila #SahabatBBGPJabar!

Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk mengenang perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme. Teruskan

Ada kardus bekas tidak terpakai? Jangan di buang!!

Ya!… jangan di buang!, karena kita bisa membuat apa saja dari bahan kardus ini. Dengan sedikit usaha, menyiapkan alat, bahan,

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp