BBGP Jabar Berkolaborasi Lebih Erat, Berinovasi Lebih Hebat, dan Berbagi Lebih Banyak

24 November 2022

Bandung (21/11) Balai Besar Guru Penggerak Jawa Barat (BBGP Jabar) menyelenggarakan Semarak Karya Transformasi Pendidikan Berbasis Komunitas Belajar yang diselenggarakan pada Senin 21 November sampai dengan Kamis 24 November 2022. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-77 yang pada tahun ini bertema “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Gegap gempita 1.241 peserta yang terdiri dari guru, perwakilan komunitas belajar, dan perwakilan dinas pendidikan memeriahkan acara pembukaan yang digelar di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Jawa Barat.

 

Pada pembukaan kegiatan, kepala BBGP Jawa Barat, M. Hartono menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme guru yang memenuhi ballroom hotel. “Kami, BBGP Jawa Barat mengharapkan untuk bisa berkolaborasi dengan komunitas-komunitas belajar yang ada di Jawa Barat, supaya bisa membagikan praktik baik (inovasi) yang sudah dilakukan oleh guru-guru hebat. Sehingga praktik baik tersebut bisa diimplementasikan oleh sebanyak-banyaknya pendidik dan stake holder Pendidikan khususnya di Jawa Barat”, paparnya.

 

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara yang terdiri dari beberapa program dari masing-masing pokja di BBGP Jabar, yaitu Gebyar Prospektif (Projek Pelajar Pancasila yang Kreatif), Festival Berkarya (Berbagi Kreativitas melalui Karya Teknologi Pembelajaran), Gebrak (Gebyar Sekolah Penggerak), dan Gebyar Filtrasi ( Festival Literasi). Masing-masing kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan karyanya guna dinilai oleh tim penilai dan pada akhir acara Kamis, 24 November, akan diumumkan pemenang dari masing-masing program tersebut. Panitia sudah menyiapkan 131 kategori pemenang yang berasal dari peserta guru, komunitas belajar, dinas Pendidikan, dan stake holder Pendidikan lainnya di Jawa Barat.

 

Peserta kegiatan juga mendapatkan materi-materi kekinian terkait program prioritas Kemendikbudristek PGP (Program Guru Penggerak), PSP (Program Sekolah Penggerak), dan IKM (implementasi Kurikulum Merdeka).  Materi ini  sangat dibutuhkan untuk kemudian  diterapkan peserta di ladang didiknya masing-masing. Narasumber yang dihadirkan antara lain Chatarina Muliana Girsang, Inspektur Jenderal Kemendikbudristek yang menyampaikan materi tentang Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, hadir juga Hendarman plt. Pusat Penguatan Karakter, Kemendikbudristek yang memaparkan materi tentang Profil Pelajar Pancasila dan Kekerasan di Sekolah.

 

Pada kesempatan tersebut BBGP Jabar juga meluncurkan dua program inovasi untuk dunia pendidikan di Jawa Barat, yaitu Kareta Sobat dan Guru Calakan. Kareta Sobat adalah mobil pembelajaran bernuansa rekreasi yang digagas untuk memudahkan BBGP Jabar menjangkau wilayah terluar di Jawa Barat dengan proses pembelajaran yang bervariasi dan menyenangkan. “Sasarannya bukan hanya guru, kepala sekolah, atau tenaga kependidikan saja, tetapi juga menjangkau peserta didik karena Kareta Sobat ini bisa memutar film Pendidikan, bisa menjadi laboratorium dongeng, dan juga bisa digunakan untuk mendemokan sains”, jelas pak Ton, panggilan akrab dari kepala BBGP Jabar.

 

Program Guru Calakan merupakan pembaruan dari inovasi sebelumnya Guru Calakan adalah salah satu terobosan inovatif dari BBGP Jabar yang mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi, yang mampu mewakili kehadiran narasumber, baik secara langsung maupun virtual. Program guru calakan mengemas pembelajaran yang mudah diakses oleh siapapun, melalui proses pembelajaran yang atraktif, dengan berbagai moda pelatihan. Guru Calakan menggunakan sistem informasi dan sistem pembelajaran terpadu sebagai tata Kelola pelatihan yang memberikan kemudahan dan pengalaman berbeda dari pelatihan biasa. Guru Calakan bukan hanya untuk guru, tetapi semua stake holder Pendidikan yang membutuhkan layanan Pendidikan.

 

Dalam setiap programnya BBGP Jabar selalu berupaya merangkul komunitas belajar yang ada di Jawa Barat untuk berkolaborasi memajukan Pendidikan di Jawa Barat. “Kami menjemput bola, kami datangi 27 kota kabupaten di Jawa Barat. Ini kami lakukan supaya terbangun jalinan batin yang baik, sehingga bisa terbangun chemistry dengan mitra kami di daerah. Kami juga mengawal tiga program prioritas Kemendikbudristek dengan tujuan akhir terwujudnya profil pelajar Pancasila yang sebanyak-banyaknya”, tutup Hartono.    ***JMN

#Banggamelayanibangsa

Pengukuhan Instruktur Nasional Pendidik Anak dengan Hambatan Majemuk

Legian (26/6) Sebelas Instruktur Nasional (IN) Pendidik Anak dengan Hambatan Majemuk (AdHM) dikukuhkan oleh Plt. Kepala Balai Besar Guru Penggerak

BBGP Jabar Apresiasi 161 Guru dan Tenaga Kependidikan Penggerak Transformasi Pendidikan

Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor: 662/sipers/A6/XI/2023 BBGP Jabar Apresiasi 161 Guru dan Tenaga Kependidikan Penggerak Transformasi

Mengembangkan Kreativitas Anak MDVI dengan Pemanfaatan Bahan Daur Ulang

Oleh : Rena Meilani,S.Pd (Guru SLBN Banda Aceh) Peserta didik MDVI merupakan anak-anak dengan gangguan penglihatan yang disertai Hambatan lainnya

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp