Taufik Hidayat Jadi Pelipur Lara

15 October 2018

Hari masih gelap. Matahari belum nampak. Namun, ba’da subuh kala itu, Sabtu (13/10) kampus @p4tk_tkplb tiba-tiba menjadi ramai. Satu unit bis besar sudah terparkir. Dari dalam asrama, sekonyong-konyong muncul rombongan berkaus kuning. Wajah mereka berseri-seri. Satu persatu bersemangat naik ke bis. Kompak berteriak “Indonesia, Indonesia, Indonesia”. Ada apa?

Ternyata, rombongan berkaus kuning itu adalah peserta PKB Guru PLB Tunarungu dan Tunagrahita Jawa Barat. Ya, mereka akan meluncur ke Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta untuk menyaksikan langsung #ParaInspirasi berlaga di hari terakhir Asian Para Games 2018.

Bis siap, peserta sudah duduk manis. Tak lupa untuk swafoto bersama. Usai berdoa, rombongan bergegas menuju GBK.

Namun apa daya, saat tiba di venue Bulutangkis, rombongan tidak bisa masuk. “Di dalam sudah penuh. Mohon maaf, tidak bisa ya,” terang petugas.

Rasa kecewa menyelimuti rombongan. Semua tertunduk lesu. Perjalanan sejak subuh menjadi sia-sia.

Namun, wajah-wajah muram tersebut seketika berubah sumringah. “Itu Taufik Hidayat,” seru ibu-ibu.

Sontak semua kompak mengerubungi sang maestro bulutangkis ini. Seolah menjadi pelipur lara, foto bersama peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 menjadi kepuasan tersendiri.
Dengan ramah, pebulutangkis ini menyalami dan melayani swafoto bersama rombongan. Duh, kalau sudah bertemu Taufik Hidayat, tidak melihat pertandingan pun tidak masalah. (**)

Satu dari 3 orang anak di Indonesia Mengalami Beban Ganda Gizi

Jakarta (9/10), #sahabatluarbiasa, Stunting merupakan kata yang baru kita dengar akhir-akhir ini. Beberapa Kementerian telah memulai kerja terkait Stunting sejak

KPPD Kota Cimahi: Tidak Alergi terhadap Perubahan

Kota Cimahi (16/10), BBGP Jabar kembali mengukuhkan Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD), kali ini KPPD Kota Cimahi. Bertempat di West

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp