PENGEMBANGAN KREATIVITAS MELALUI GERAK DAN LAGU BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK

6 November 2018

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Pengembangan Kreativitas melalui Gerak dan Lagu bagi Guru Taman Kanak-kanak” Penelitian ini dilatar belakangi oleh seringnya penggunaan metode bernyanyi di TK, penelitian berkembang seiring dengan penggunaan metode bernyanyi yaitu dengan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dalam mengembangkan kreativitas anak. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk memaparkan proses pelaksanaan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dalam mengembangkan kreativitas anak TK. (2) Untuk memaparkan bentuk kreativitas anak TK melalui gerak dan lagu. (3) Untuk memaparkan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas anak TK. (4) Untuk mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan guru-guru TK dalam pelaksanaan pengembangan kreativitas melalui gerak dan lagu. Tinjauan teori yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari konsep kreativitas, konsep gerak dan lagu, konsep pembelajaran anak usia dini/TK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah Guru TK yang pernah  mengikuti Diklat Kreativitas yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK & PLB khususnya Guru TK yang berlokasi di Jawa Barat. Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan, diperoleh hasil penelitian mengenai: (1) proses pelaksanaan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dalam mengembangkan kreativitas anak TK, yaitu dilakukan melalui tiga tahapan, tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, (2) bentuk kreativitas anak usia dini/TK melalui gerak dan lagu, yaitu bentuk gagasan, sikap dan karya. (3) faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam mengembangkan kreativitas anak usia TK, faktor pendukung meliputi: Sikap guru dalam menghadapi anak dengan segala keunikannya, bersikap sabar, perhatian dan telaten, Strategi mengajar, digunakan pendekatan bermain sambil belajar sehingga anak tidak menyadari bahwa pada dasarnya mereka sedang belajar, Sarana pembelajaran, berupa aneka permainan baik yang berada di dalam maupun di luar ruangan dapat menunjang pengembangan kreativitas anak. Lingkungan belajar dimana anak memiliki teman yang bersahabat memungkinkan anak merasa bebas untuk mengungkapkan gagasan. Orang tua bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak selama anak berada di rumah. Adapun faktor penghambat meliputi: Pemahaman guru tentang konsep kreativitas masih kurang. Kemampuan guru dalam menggunakan macam-macam metode pembelajaran masih kurang. Secara umum sarana pembelajaran yang berupa alat permainan masih kurang. (4) kompetensi yang dibutuhkan guru TK dalam melaksanakan pengembangan kreativitas melalui gerak dan lagu, masih perlu ditingkatkan baik dalam perencanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, penggunaan metode pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan alat peraga dan pelaksanaan evaluasi.

 

PENDAHULUAN

Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 28, Ayat 3, dinyatakan bahwa Taman Kanak-kanak (TK) merupakan anak usia dini pada jalur pendidikan formal. Usia 4-6 tahun merupakan masa peka yang penting bagi anak untuk mendapat pendidikan. Pengalaman yang diperoleh anak dari lingkungan, termasuk stimulasi yang diberikan oleh orang dewasa, akan mempengaruhi kehidupan anak di masa yang akan datang. Oleh karena itu diperlukan upaya yang mampu memfasilitasi anak dalam masa tumbuh kembangnya berupa kegiatan pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan usia, kebutuhan dan minat anak.

Fungsi pendidikan Taman kanak-kanak adalah membina, menumbuhkan, mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.

Adapun program pembelajaran TK disusun untuk mengembangkan seluruh potensi anak yang beragam selaras dengan tumbuh kembang anak dengan tetap memperhatikan budaya daerah dan karakter bangsa melalui pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Pengembangan kreativitas penting dipupuk sejak dini, sebab usia tersebut merupakan langkah awal kehidupan seseorang. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Munandar (2004:31-32), mengapa kreativitas begitu bermakna dalam hidup perlu dipupuk sejak dini:

Pertama, karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan dirinya dan aktualisasi merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tinggi dalam hidup manusia. Kedua, kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Ketiga, bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungan tapi juga memberikan kepuasan kepada individu. Keempat, kreativitaslah yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Apabila kreativitas anak dapat berkembang dengan baik maka anak dikemudian hari setelah dewasa akan memasuki kemampuan, keterampillan dan profesi yang baik bahkan luar biasa, kemampuan tersebut dapat berkembang dengan baik jika didukung dengan lingkungan yang kondusif, yaitu lingkungan yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas anak.

METODE PENELITIAN

Peneliti mempergunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini karena pada hakekatnya ingin memahami dan mengungkapkan secara mendalam atau menurut bahasa peneliti yaitu “memotret” bagaimana proses pelaksanaan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dalam mengembangkan kreativitas anak TK. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, Kirk dan Miller (1986:9) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental tergantung kepada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dalam berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam kawasannya sendiri dalam bahasanya dan dalam peristilahannya.

Bogdan dan Taylor (1975:5) mendefinisikan pendekatan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang dan individu tersebut secara utuh. Selanjutnya S. Nasution (1992:69) mengemukakan ciri-ciri penelitian kualitatif sebagai berikut:

Sumber data ialah situasi yang wajar atau “natural setting. Peneliti sebagai instrumen penelitian, sangat deskriptif, mementingkan proses maupun produk, mencari makna di belakang kelakuan atau perbuatan, mengutarakan data langsung, adanya triangulasi, menonjolkan rincian kontekstual, subjek yang diteliti dipandang berkedudukan sama dengan peneliti, mengutamakan perspektif emic, verifikasi, sampling yang perposif, mengutamakan “audit trail”, partisipasi tanpa mengganggu, mengadakan analisis sejak awal penelitian, desain penelitian tampil dalam proses penelitian.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, peneliti dapat berkomunikasi secara langsung dengan subjek yang diteliti serta dapat mengamati sejak awal sampai akhir proses penelitian. Fakta atau data itulah yang nantinya diberi makna sesuai dengan teori-teori yang terkait dengan fokus masalah yang diteliti.

Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah benda, hal atau orang dan tempat dimana data yang dipermasalahkan melekat. Responden penelitian adalah orang yang dapat merespon, memberikan informasi tentang data penelitian. Sedangkan sumber data adalah benda, hal atau orang dan tempat dimana peneliti mengamati, membaca, atau bertanya tentang data, sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini adalah pihak yang terkait dalam proses pembelajaran di TK.

Nasution (1988:29), mengemukakan bahwa “Tidak ada pengertian populasi dalam penelitian ini. Sampling berbeda taksirannya. Sampling ialah pilihan peneliti aspek apa dari peristiwa apa dan siapa yang dijadikan fokus pada saat dan situasi tertentu dan karena itu dilaksanakan terus menerus sepanjang penelitian.

Untuk memperoleh data yang diperlukan peneliti melakukan penggalian informasi dari informasi seperti dalam pendekatan antropologi yaitu mengadakan wawancara dan observasi dengan manusia sumber (human resources).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  • Proses Pelaksanaan Kegiatan Bermain Sambil Belajar melalui Gerak dan Lagu dalam

       Mengembangkan Kreativitas Anak TK

Tahap pertama yaitu perencanaan, berisikan tahapan-tahapan yang dipersiapkan guru dalam proses pelaksanaan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu, yaitu sebagai berikut:

  1. Guru terlebih dahulu menjelaskan kepada anak kegiatan yang akan dilakukan.
  2. Guru perlu mempersiapkan ruangan yang cukup untuk dapat bergerak dengan bebas. Kalau perlu bagi anak menjadi kelompok-kelompok atau dibuat secara bergiliran sehingga tidak berdesak-desakan.

Tahap kedua yaitu pelaksanaan, dalam tahapan ini guru melaksanakan proses kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu meliputi:

  1. Guru mengajak anak-anak mendengarkan musik dan lagu dengan penuh perhatian.
  2. Guru mendemonstrasikan kepada anak gerakan-gerakan yang dilakukan sesuai dengan irama dan syair lagu.
  3. Guru mulai mengajak anak-anak bergerak mengikuti musik dan lagu dengan gerakan yang sesuai disebutkan dalam syair lagu.
  4. Guru membimbing anak dalam melakukan setiap gerakan.

Tahap ketiga yaitu penilaian/evaluasi, berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru, pada kegiatan observasi/pengamatan, guru mencatat setiap kegiatan anak dengan obyektif dan akurat memuat fakta tentang apa yang dilihat dan didengar pada catatan harian anak. Evaluasi dilakukan dengan cara observasi terhadap perkembangan anak yaitu mengamati tingkah laku serta kegiatan yang dilakukan anak selama mengikuti kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu untuk dilaporkan kepada orang tuanya. Evaluasi yang dilakukan yaitu seputar pengulangan materi yang telah diberikan, anak diminta menyanyikan kembali lagu dengan gerakan yang sudah diberikanbaik itu sendiri atau bersama-sama kemudian dilakukan tanya jawab.

Menurut hasil wawancara dengan guru mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu diantaranya adalah :

(a) Menentukan judul lagu yang disesuaikan dengan tema.

(b) Merumuskan tujuan dari gerak dan lagu yang dipilih

(c) Merancang atau mempersiapkan gerakan, lagu dan musik yang sesuai dengan tema

(d) Mempersiapkan alat yang dibutuhkan

(e) Mempersiapkan dan menata tempat sesuai dengan jenis gerakan dan jumlah anak

  • Kreativitas Anak TK melalui Gerak dan Lagu

Kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dapat mengembangkan kreativitas anak.

Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan yang dilakukan penulis dilapangan serta hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu membuat kreativitas anak TK berkembang, hal ini terlihat bahwa sebagian besar anak mampu untuk mengembangkan ide yang bervariasi dan dapat menciptakan ide yang baru. Contohnya ketika guru meminta anak untuk mengangkat kedua tangannya ke atas, maka anak mengangkat tangannya ke atas, namun beberapa anak ada  yang mengangkat tangannya ke atas sambil memutar pergelanran tangannya tanpa disuruh oleh guru dan ada pula yang mengangkat kedua tangannya ke atas sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa melalui kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu membuat anak mampu mengembangkan ide yang bervariasi dan dapat menciptakan ide yang baru.

3) Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat dalam Mengembangkan Kreativitas Anak TK

  1. a) Faktor pendukung dalam proses kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu.

Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti terungkap bahwa faktor yang sangat mendukung dalam proses kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu yaitu adanya interaksi antara guru dan anak, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru memperlihatkan sikap yang sabar, telaten dan ramah serta memberi perhatian yang cukup kepada anak-anak. Bermain dilakukan pada keseluruhan proses pembelajaran, mulai dari pembukaan, kegiatan inti, istirahat hingga kegiatan penutup.

Sarana pembelajarannya berupa alat permainan yang tersedia cukup bermacam-macam. Pengaturan ruang kelas yang dalam kurun waktu tertentu diubah penataannya sehingga terdapat penyegaran suasana.

  1. b) Faktor penghambat dalam proses kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu.

Setelah melakukan pengamatan dan wawancara maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan guru tentang konsep kreativitas masihlah kurang. Selama proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi keseimbangan diantara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Juga adanya perbedaan perkembangan anak.

  1. c) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat penyelenggaraan proses pembelajaran melalui gerak dan lagu.

Upaya yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan kemampuan gurunya, baik melalui seminar, pelatihan, workshop dsb. Juga adanya kerjasama antara orang tua dan guru.

4) Kompetensi yang dibutuhkan Guru TK dalam Melaksanakan Pembelajaran Kreativitas Melalui Gerak dan Lagu pada Anak TK

  1. a) Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal perencanaan pembelajaran

Dalam hal perencanaan pembelajaran kompetensi yang masih dibutuhkan oleh guru TK yaitu penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi professional.

  1. b) Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal pengembangan bahan ajar

Kompetensi yang masih perlu dikembangkan yaitu mengenai pembuatan bahan ajar yang sesuai dan berhubungan dengan gerak dan lagu, terutama yang perlu ditingkatkan aneka bahan daur ulang jadi media, aneka lagu yang menarik buat anak, music yang enerjik yang sesuai dengan perkembangan anak.

  1. c) Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal penggunaan metode pembelajaran.

Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal penggunaan metode pembelajaran hampir semua metode yang digunakan untuk anak TK terutama metode proyek, role playing, karyawisata.

  1. d) Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal pengelolaan kelas

Dalam hal pengelolaan kelas, sebagian besar guru memerlukan peningkatan kompetensi dalam hal setting kelas dan manajemen kelas.

  1. e) Kompetensi yang perlu ditingkakan dalam hal penggunaan alat peraga

Dalam hal penggunaan alat peraga, kompetensi yang diperlukan dan perlu ditingkatkan yaitu mengenai kompetensi pembuatan alat peraga yang edukatif dan murah.

  1. f) Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal pelaksanaan evaluasi

Kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam hal pelaksanaan evaluasi yaitu mengenai penilaian anak secara indivdu, khususnya dalam hal mengobservasi anak, juga mengenai format evaluasi yang tepat sasaran, kompetensi mendeskripsikan hasil evaluasi.

KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN

  • Proses pelaksanaan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dalam mengembangkan kreativitas anak TK

Proses pelaksanaan kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu dilakukan melalui tiga tahapan, Tahap Pertama yaitu persiapan, guru menyiapkan lagu dan gerakan sesuai tema materi kegiatan bermain sambil belajar yang diberikan sesuai dengan indikator kemampuan anak.

Tahap Kedua yaitu Pelaksanaan, dalam tahapan ini guru melaksanakan proses kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu. Tema sebagai isi materi harus sesuai dengan kebutuhan anak, sebagian materi yang disampaikan guru dituangkan ke dalam lagu dan nyanyian yang diikuti dengan gerakan.

Tahap ketiga yaitu Penilaian/Evaluasi, evaluasi dilakukan dengan cara observasi terhadap perkembangan anak yaitu mengamati tingkah laku serta kegiatan yang dilakukan anak selama mengikuti kegiatan gerak dan lagu. Evaluasi yang dilakukan yaitu seputar pengulangan materi yang telah diberikan, anak menyanyikan kembali lagu dengan gerakan yang sudah diberikan baik itu senditi atau bersama-sama kemudian dilakukan tanya jawab.

  • Kreativitas anak usia dini melalui gerak dan lagu

Bentuk kreativitas anak usia TK diwujudkan dalam bentuk: Gagasan, yaitu anak mampu memberikan jawaban yang tidak kaku, mampu mengungkapkan jawaban yang baru, mampu berinisiatif, mampu melakukan sesuatu tanpa diperintah. Menuangkan materi kegiatan bermain sambil belajar melaui lagu yang diikuti gerakan membuat anak lebih mudah mengingat dan kemampuan berfikirnya pun menjadi lebih berkembang.

Dilihat dari segi sikap, terjadi perubahan sikap pada anak yaitu, anak menjadi lebih aktif dan ceria dalam mengikuti kegiatan bermain sambil belajar, warga belajar menjadi lebih konsentrasi memperhatikan instruksi guru, anak menjadi berani untuk tampil di depan orang banyak. Ia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, mereka menjadi lebih terbuka, mampu menjawab pertanyaan, memiliki kebebasan untuk berekspresi. Penguasaan akan keterampilan komunikasinya pun meningkat sehingga anak menjadi berani dan percaya diri untuk berhubungan dengan orang lain. Ketika guru mulai menyalakan musik untuk bernyanyi sambil memperagakan suatu gerakan, reaksi anak menjadi lebih antusias untuk mengikuti kegiatan bermain sambil belajar sehingga terciptanya suasana yang menyenangkan.

Dilihat dari segi Karya, bahwa kegiatan bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu, membuat sebagian besar anak memiliki kemampuan untuk menciptakan gerakan-gerakan sendiri yang berasal dari imajinasi yang dirasa sebagai stimulus dari musik dan lagu yang dinyanyikan. Adapun lagu-lagu yang dimiliki untuk bermain sambil belajar melalui gerak dan lagu yaitu dari kaset & CD, hasil ciptaan guru sendiri, hasil pelatihan dll. Begitu pun anak melakukan kegiatan meniru, hal ini akan mendorong anak untuk berani mengekspresikan apa yang ada di dalam dirinya dan berani untuk melakukan sesuatu sehingga anak mampu untuk menambah (memodifikasi) gerakan yang sudah ada.

  • Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam mengembangkan

      kreativitas anak usia TK

  1. Faktor Pendukung Kreativitas Anak Usia TK
  • Sikap guru dalam menghadapi anak dengan segala keunikannya, bersikap sabar, perhatian dan telaten, mencerminkan bahwa guru menerima anak apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya.
  • Strategi mengajar, digunakan pendekatan bermain sambil belajar sehingga anak tidak menyadari bahwa pada dasarnya mereka sedang belajar, dari kegiatan bermain tersebut potensi anak berupa kemampuan berpikir dan bersikap kreatif dapat dikembangkan.
  • Sarana pembelajaran yang telah disediakan mampu menunjang proses pembelajaran, berupa aneka permainan baik yang bearda di dalam maupun di luar ruangan dapat menunjang pengembangan kreativitas anak.
  • Lingkungan belajar dimana anak memiliki teman yang bersahabat memungkinkan anak merasa bebas untuk mengungkapkan gagasan.
  • Orang tua bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak selama anak berada di rumah. Kreativitas anak dipengaruhi oleh lingkungan rumah.
    1. Faktor Penghambat Kreativitas Anak TK
  • Pemahaman guru tentang konsep kreativitas masih kurang.
  • Kemampuan guru dalam menggunakan macam-macam metode pembelajaran masih kurang.
  • Secara umum sarana pembelajaran yang berupa alat permainan masih kurang banyak jenisnya maupun jumlahnya.
  • Kompetensi yang dibutuhkan guru TK dalam melaksanakan pengembangan kreativitas melalui gerak dan lagu

Kompetensi yang harus dimiliki atau yang dibutuhkan guru TK yaitu Kompetensi Paedagogi, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional. Kompetensi Paedagogik meliputi:

  1. Merencanakan kegiatan program pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, b. Melaksanakan proses pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, c. Melaksanakan penilaian terhadap proses dan hasil pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. Kompetensi kepribadian meliputi: a. Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.
  2. Bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma agama, budaya dan keyakinan anak. c. Menampilkan diri sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur. Kompetensi sosial meliputi: a. Beradaptasi dengan lingkungan, b. Berkomunikasi secara efektif. Kompetensi profesional meliputi: a. Memahami tahapan perkembangan anak, b. Memahami pertumbuhan dan perkembangan anak, c. Memahami pemberian rangsangan pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan, d. Membangun kerjasama dengan orangtua dalam pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak.

Guru TK dalam melaksanakan pembelajaran kreativitas melalui gerak dan lagu masih perlu ditingkatkan baik dalam perencanaan pembelajaran, pengembangan bahan ajar, penggunaan metode pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan alat peraga dan pelaksanaan evaluasi.

SARAN

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa hal yang perlu disampaikan oleh tim peneliti, yang kiranya dapat dijadikan masukan. Adapun rekomendasi yang    ingin tim peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk semakin memantapkan kemampuan khususnya pendidik TK dalam pengembangan kreativitas melalui gerak dan lagu bagi guru TK, perlu adanya penambahan waktu dalam pelaksanaan Diklat yang diselenggarakan oleh P4TK TK & PLB.
  2. Peserta diklat yang sudah mengikuti Diklat di P4TK TK & PLB perlu mensosialisasikan di lingkungan sekolah masing-masing dalam rangka pengimbasan dan mendorong guru yang lain untuk mengimplementasikannya.
  3. Dalam pelaksanaan Diklat Kreativitas perlu dimasukkan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yaitu untuk membentuk watak serta beradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (2010). Pedoman Pengembangan Program pembelajaran di TK. Jakarta: Kemdiknas.

Yuliani Nurani Sujiono (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Indeks.

Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (2008). Pengembangan Model Pembelajaran di TK. Jakarta: Depdiknas.

Syaiful Sagala (2005). Konsep dan makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Moeslichatoen, R. (2004). Metode Pengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Direktorat Jenderal Pendidikan Luar  Sekolah (2006), PAUD Investasi Masa Depan Bangsa, Jakarta: Depdiknas.

Buletin PADU Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak : Edisi Maret/ Triwulan I.

DEPDIKNAS, (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

DIREKTORAT PADU, (2002). Acuan Menu Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini. Menu Pembelajaran Generik. Jakarta : Depdiknas.

Hurlock, E.B. (1997). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.

Mayke. S.T (2001) Bermain, Mainan, Permainan untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Grasindo.

Solehudin, (1992). Konsep Dasar Pendidikan Prasekolah. Bandung : Depdikbud FIP IKIP.

Surachmad, W (1990). Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode. Teknik. Bandung: Tarsito.

Suratno (2005). Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini. Jakarta : Depdiknas.

Tim Bika PAUD BP-PLSP Reg II Jayagiri (2006), Petunjuk Pengenalan Tari (Gerak) dan Lagu untuk Anak, Bandung : Tim Bika BP-PLSP Reg II Jayagiri.

Tim Bika PAUD BP-PLSP Reg II Jayagiri (2006), Penerapan Gerak dan Lagu, Bandung : TIm Bika BP-PLSP  Reg II Jayagiri.

PKB AKAN MEMUAT PROFIL 4 KOMPETENSI GURU

PKB AKAN MEMUAT PROFIL 4 KOMPETENSI GURU

PKB AKAN MEMUAT PROFIL 4 KOMPETENSI GURU Sadiah Kusumahwati, Widyaiswara PPPPTK TK dan PLB Bandung   Dasar Hukum Peningkatan Komptensi Guru Undang-undang

Meraih Bintang Bersama Para Inspirasi

Jakarta – Perhelatan Asian Para Games 2018 membuka mata kita betapa kekuatan dan semangat bisa mengalahkan kekurangan yang dimiliki. Ya,

Child Care Policy in South Korea and Classroom Management

Hari ini, Senin 11 Maret 2019, kami mendapatkan materi: “Child Care Policy in South Korea and Classroom Management” Yang disampaikan

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp