Pembukaan IN SD Cirebon

19 September 2018

Tepat pukul 13.30 di jantung kota Cirebon Propinsi Jawa Barat di bulan September penuh ceria disambut dengan ajaibnya cuaca yang cerah tiada gerah menjadi sahabat siang nan nyaman. Kenyamanan kota Cirebon dihiasi pemandangan yang mengagumkan dengan adanya aktifitas para insan mulia bapak dan ibu guru Sekolah Dasar (SD) yang mewakili regional Cirebon. Regional Cirebon berasal dari wilayah kota dan kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Subang, Purwakarta, Bekasi, kota Bekasi dan kabupaten Bogor sebanyak 80 peserta undangan dibuktikan telah hadir 71 peserta. Kehadiran para insan mulia para bapak dan ibu guru SD membawa nama harum sebagai Instruktur Nasional yang telah teruji dan digdaya kompetensinya. Keharuman kedigdayaan Instruktur nasional aromanya begitu selaras dengan harumnya empal Gentong yang dilengkapi dengan nasi jamblang ciri khas kota Cirebon. Para Instruktur Nasional dengan langkah pasti menuju hotel Zamrud di jalan Wahidin 46-A dengan siap sedia digembleng ibarat berada di kawah candra dimuka mulai tanggal 19-22 September 2018. Kehadiran disambut tim pelaksana tugas PPPPTK TK dan PLB Bandung dengan ramah dan cekatan. Kecekatan layanan juga dilanjutkan melalui pembukaan tepat waktu dibuka oleh Kepala Pusat Drs. Sam Yhon, M.M. yang diwakilkan oleh kasubag Perencanaan dan penganggaran yaitu Bapak Drs. Wahwan, M.M didampingi Narasumber Widyaiswara Dr. Hermansyah, M.Pd dan ketua panitia Dra. Imas Masruroh, M.Pd dengan komunikasi aktif , ramah dan inspiratif bagi seluruh peserta. Inspiratif menjadi penanda menjawab tantangan pembelajaran abad 21 yang disiapkan semenjak jenjang pendidikan dasar melalui pelatihan penyegaran instruktur nasional program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pendidikan dan pelatihan jenjang SD tahun 2018. Pelatihan ini memberikan pencerahan mengenai pembelajaran abad 21 yang meliputi 3 aspek yaitu kompetensi, penguatan pendidikan karakter (PPK) dan literasi. Kompetensi adalah kemampuan peserta didik yang harus dicapai melalui berbagai strategi pembelajaran yang memberikan keterampilan pembelajaran berpikir tingkat tinggi atau yang mulai dibiasakan dengan istilah Higher Order Thinking Skill (HOTS). Keterampilan pembelajaran ini harus mulai dimiliki oleh para bapak dan ibu guru untuk mengembangkan kemampuan Kreatifitas, Komunikasi, Kolaborasi dan berpikir kritis dalam kegiatan belajar mengajar. PPK merupakan perwujudan bahwa karakter merupakan landasan penting yang harus dikembangkan sejak pendidikan dasar melalui olah hati, olah rasa dan karsa serta olah pikir yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara. PPK melalui berbagai tantangan zaman juga menjadi jawaban yang telah ditegaskan melalui Perpres no 87 tahun 2017 dan Permendikbud no 20 tahun 2018. Zaman boleh terus berubah namun karakter bangsa Indonesia melalui PPK tetap mempertahankan 5 karakter utama yaitu Religiositas, Nasionalisme, Gotong Royong, Kemandirian dan Integritas. Kemampuan pembelajaran abad 21 juga dilengkapi dengan peningkatan kemampuan literasi bagi peserta didik. Kemampuan literasi menjadi pendorong penting untuk menjawab kelemahan penguasaan ilmu dan teknologi. Pesan ini menjadi penekanan dalam kegiatan pembukaan penyegaran bagi instruktur nasional jenjang SD di regional cirebon.

Dalam pembukaan bapak Wahwan juga memberikan pengenalan tentang PPPPTK TK dan PLB sebagai wali koordinator pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru melalui pendidikan dan pelatihan di wilayah Jawa Barat, Aceh, Papua Dan Papua Barat. PPPPTK TK dan PLB dikenalkan dengan menggunakan bahan tayang paparan yang mudah dipahami karena bersifat infograifs. Infografis delengkapi dengan data penganggaran dan capaian sasaran pendidikan dan pelatihan tahun 2016 – 2017 menjadi sangat mudah dan ringan dipahami. Kemudahan ini juga didukung oleh kemampuan bapak wahwan dengan bahasa dan penyampaian yang santai dan sederhana menjadi ciri khas mencoba untuk berdialog aktif dengan peserta. Peserta merespon dengan memberikan apresiasi menjawab sepenuh hati tersirat dengan berbagai senyum dan tawa dalam menjawab pertanyaan. Sekilas bapak Wahwan juga memberikan pengalaman unik ketika memberikan pelayanan kepada saudara kita bapak dan ibu guru di wilayah Papua dan Papua Barat. Papua dan Papua Barat memiliki karakteristik unik yang tidak ditemui oleh bapak dan ibu ketika berkunjung ke cirebon. Keunikan itu ditandai dengan masih ada saudara kita yang di Papua dan Papua Barat masih lekat dengan budaya lokal dengan berbagai masalah geografisnya.
Pada akhir paparan pembukaan bapak Wahwan menyampaikan pantun sederhana mengenai burung cendrawasih yang terkenal di papua. “Burung papua , burung cendrawasih, cukup buat semua, dan terima kasih”.
(kontributor : Edy Prabowo/Hermansyah)

Diskusi Kelompok Terpumpun dan Pengukuhan Pengurus KPPD Kota Banjar: KPPD Kota Banjar Bergerak dan Menggerakkan

Tasikmalaya (18/12) Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jabar kembali melaksanakan diskusi kelompok terpumpun dan pengukuhan Komunitas Penggerak Pendidikan Daerah (KPPD)

Rapat Koordinasi Program Peningkatan Kompetensi bidang TK dan LB dengan Organisasi Mitra

Rapat Koordinasi Program Peningkatan Kompetensi bidang TK dan LB yang diikuti perwakilan  34 propinsi dan lebih dari 50 orang peserta

KPPD Kab. Majalengka: KPPD itu Inovasi Jitu

Majalengka (16/11), Bupati Kabupaten Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M. M.Pd. turut hadir dan menyambut baik pelaksanaan KPPD (Komunitas Penggerak

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp