Mentoring untuk Para Trainer

5 March 2019

PPPPTK TK dan PLB sebagai lembaga pelatihan guru tidak pernah berhenti meningkatkan kompetensi para Trainer (widyaiswara). Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di PPPPTK TK dan PLB adalah mentoring para trainer yang dilakukan oleh Mentor dan Coach Multiple Disability with Visual impairment (MDVI )Perkins. Tujuan dari mentoring ini adalah untuk melatih para trainer agar menerapkan strategi-strategi mengajar kepada anak-anak dengan disabilitas majemuk, memperkaya pengalaman dan memperdalam pengetahuan yang dimiliki sekaligus juga melakukan handling class.

Kegiatan Handling class kali ini diikuti oleh dua orang anak dengan dengan disabilitas majemuk yang berbeda. Yang satu masih memiliki penglihatan yang terbatas dan tuli, sementara anak kedua totaly blind, Celebral Palsy dan Tuli. Kegiatan pembelajaran hari ini dimulai dengan :
1. Lingkaran pagi : sesi lingkaran pagi dimulai dengan mengucapkan salam, berbicara tentang perasaan anak hari ini, kemudian menjelaskan apa yang akan dilakukan sepanjang hari.
pada tahapan ini dilakukan aktivitas komunikasi yang masih pada level non verbal. Guru memfasilitasi keterampilan komunikasi dengan strategi komunikasi total yang meliputi simbol kongkrit, gestur dan bicara .
untuk mengungkapkan perasaan disimbolkan dengan tekstur yang berbeda. Senang disimbolkan dengan tekstur kain yang lembut. sedangkan marah disimbolkan dengan tekstur yang kasar

Guru menjelaskan jadwal kegiatan yang akan dilakukan selama sesi pembelajaran dengan menggunakan simbol-simbol benda kongkrit untuk mewakili kegiatan2 yang dilakukan oleh anak. Misalnya: Karpet yang diduduki anak sebagai simbol aktivitas lingkaran pagi, piring sebagai simbol makan, gelas sebagai simbol minum, dan busa sebagai simbol mencuci piring.

2. Kegiatan Pengembangan Motorik Kasar : pengembangan motorik kasar tujuan pada tahap ini : mengenal konsep tubuh, tangan ke atas- tangan ke bawah mengembanglan komunikasi (anak disimpan ditengah), mengembangkan kegiatan sosialisasi “ bermain” diantara anak, mengembangkan area-area perkembangan yang lain. Kali ini dengan menggunakan parasut.
3. membuat minum : kegiatan ini lebih untuk mengembangkan motorik halus, rutin, bina diri, memilih/kemampuan menentukan keinginan dan komunikasi
4. aktivitas makan makan : anak-anak belajar makan dengan menggunakan sendok untuk melatih kemampuan bina diri
5. mecuci piring/peralatan makan dan minum orientasi mobiltas, tanggung jawab, disiplin, bina diri
6. Lingkaran siang : kegiatan ini merupakan aktivitas penutup untuk sesi pembelajaran hari ini.

Peningkatan Dana BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Sesuaikan Karakteristik Daerah

Peningkatan Dana BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan Sesuaikan Karakteristik Daerah

Jakarta, 15 Februari 2022 — Melalui Merdeka Belajar Episode Keenam Belas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan akselerasi

Menuju ZI-WBK, Berguru dari ‘Paris ke Itali’

Semarang (18/3), Perwakilan PPPPTK TK dan PLB sejak Selasa berangkat dari Paris van Java menuju Venice van Java.  Seperti halnya Bandung yang dijuluki Paris-nya

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp