Media Sosial sebagai Tangga Darurat Lembaga Diklat

14 August 2020

Sejak pandemi covid-19, pengikut dan penyuka (follower dan like) media sosial PPPPTK TK dan PLB (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa) mengalami lonjakan sangat signifikan. Peningkatan ini karena PPPPTK TK dan PLB memanfaatkan media sosial sebagai saluran alternatif untuk melakukan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. “Berdasarkan data di website kami, sampai dengan hari ini, tercatat 40 ribuan peserta yang sudah mengikuti kegiatan PPPPTK TK dan PLB di lima bulan terakhir (April-Agustus) tahun 2020,” ungkap Drs. Abu Khaer,M.Pd., kepala PPPPTK TK dan PLB di Bandung pada 14 Agustus.

Keberadaan media sosial yang semakin meramaikan jagad aliran informasi di dunia Pendidikan, kemudian dipandang sebagai “tangga darurat” oleh PPPPTK TK dan PLB. Asumsi awal, hampir semua orang (baca:guru) memiliki akun media sosial. Facebook, Instagram dan youtube, adalah tiga media sosial di tangga teratas yang kemudian dipilih PPPPTK TK dan PLB sebagai media untuk pelaksanaan inovasi menghadapi kondisi kekinian.

Program peningkatan kompetensi melalui 3 saluran media sosial ini mulailah dirancang, dan diluncurkan. Tanggapannya sangat luar biasa. Praktik baik ini memberikan inspirasi sekaligus penguatan bahwa media sosial cukup efektif didayagunakan sebagai salah satu moda peningkatan kompetensi. Pengikut dan penyuka akun media sosial PPPPTK TK dan PLB mengalami perubahan hampir dua ratus persen. Sampai saat ini pengikut akun fanpage facebook tercatat 18 ribuan, instagram 20 ribuan, dan youtube 4.100-an subscriber.

Sejak Mei 2020, program acara rutin digulirkan secara siaran langsung, yaitu Bicara (Bincang dan Suara) TK PLB setiap Senin dan Rabu di fanpage facebook, Smile (Social Media Interactive Learning) setiap Selasa dan Jum’at semua pada pukul 14,00-15.00 WIB. Webinar (Web Seminar) dijadwalkan pada setiap Kamis atau Sabtu. Pembicara merupakan para pakar di bidang pendidikan, psikologi, media, dan sebagainya. Nara sumber tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Beberapa kali, PPPPTK TK dan PLB mengadakan webinar internasional dengan pembicara dari Australia, Jepang, dan Amerika. Media sosial ternyata menjadi jawaban mudah bagi kendala jarak dan perbedaan waktu antara pemateri dan nara sumber.

Peserta kegiatan selalu melebihi angka 500 pada setiap tayangan langsungnya, bahkan mencapai angka belasan ribu untuk siaran ulangnya. PPPPTK TK dan PLB juga memberikan sertifikat digital untuk peserta siaran langsung, sebagai tanda partisipasi peserta. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri, bagi peserta selain tentunya penambahan pengetahuan tentang dunia pendidikan secara umum, dan khususnya terkait TK atau PLB. Semua peserta kegiatan memberikan kesaksian (testimoni) sangat positif tentang program peningkatan kompetensi melalui media sosial ini.

Tidak ada satu pun lembaga atau institusi yang siap dengan serangan pandemi Covid-19, begitu pun dengan lembaga diklat. Hal ini bukan hanya berlaku di Indonesia, tetapi seluruh negara di dunia. Untuk bisa bertahan, maka lembaga diklat harus mampu melakukan program inovasi sebagai “tangga darurat”.

PPPPTK TK dan PLB sebagai salah satu lembaga diklat di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun melakukan perubahan metode kegiatan dalam upaya untuk tetap bisa menjalankan fungsi utamanya. Pemanfaatan media sosial seperti yang disampaikan di atas, memungkinkan PPPPTK TK dan PLB menjalankan fungsinya di masa pandemi. Selain melalui media sosial, PPPPTK TK dan PLB juga melaksanakan diklat secara daring (dalam jaringan) menggunakan LMS (Learning Management System).

Testimoni-testimoni positif membuktikan pemanfaatan media sosial sebagai alternatif saluran peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan terbukti memiliki dampak berarti bagi guru juga orangtua. “Kami terus melakukan upaya perbaikan guna memberikan pelayanan terbaik bagi guru,” ujar kepala PPPPTK TK dan PLB. * (JMN)

Gunakan Iman, Syukur, dan Sabar dalam Bekerja

Saat bekerja gunakanlah iman, syukur dan sabar. Tiga poin ini disampaikan oleh H. Abdurrahman Yuri Ramdho saat memberikan ceramah dalam

Workshop Penyusunan Program Kalibrasi

Bandung (23/2) BBGP Jabar usai selenggarakan Workshop Penyusunan Program Pemberdayaan Komunitas Belajar. Sekolah Aktif Untuk Pembelajaran Berpihak Pada Peserta Didik

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp