Creative Movement Untuk ABK

8 March 2019

(Catatan perjalanan di Malaka)

Tak terasa sudah enam hari berada di tanah Malaka, Malaysia. Banyak ilmu baru dan menarik yang penulis dapat dalam Shourt Course kali ini. Nah, ada salah satu yang cukup menarik. Apa itu? Yakni materi Psychomotor Activities Through Creative Movement yang disampaikan oleh Ms.Noor Izrain Kamsiran dari Department of Physical Education and Health, Malaysia.

Sebenarnya, apa itu Creative Movement? Creative movement adalah gerakan kreatif disertai dengan tarian. Bukan sembarang tarian, namun yang dapat menginterpretasikan ide, perasaan dan tanggapan indera secara simbolik. Biasanya gerak tersebut diiringi dengan musik dan nyanyian.

Nah, Penggunaan gerak angota tubuh, irama, dan daya kreatif dapat dijadikan media untuk membantu anak dalam meningkatkan kemampuan ekspresinya.

Ekspresi mental dan gerak akan mengalir secara alami dan spontan. Creative movement dapat diterapkan pada semua anak berkebutuhan khusus (ABK) dan memiliki manfaat yang sangat luar biasa dalam meningkatkan kemampuan psikomotor. Dengan catatan bila dilakukan dengan benar.

Creative movement ini sangat menarik dan menyenangkan untuk diterapkan. Karena diiringi dengan musik dan lagu yang dapat kita pilih untuk disesuaikan dengan berbagai kondisi anak. Tujuannya agar mencapai psikomotor sesuai dengan perkembangan gerak anak.

Ada beberapa contoh gerakan yang dapat dilatih dalam Creative movement ini. Diantaranya yakni gerakan lokomotor, gerakan non lokomotor, dan gerak manipulatif
Lalu ada juga gerak anggota badan, aras gerak, dan lain-lain.

Semakin kreatif guru dalam mencipta, maka akan semakin banyak manfaat yang bisa diperoleh anak.

*Tulisan kiriman Nita Harini

Menyusun Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru dan Kepala Sekolah TK

PPPPTK TK Dan PLB Cloud Teacher Training : Menyusun Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru dan Kepala Sekolah TK Perubahan paradigma guru

Resensi Buku “Bimbingan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus”

Judul Buku : Bimbingan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus Tahun : Desember 2017 Penulis : Dr. Agus Irawan Sensus, M.Pd. Jabatan

Mengembangkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus dalam Belajar (bagian 1)

Dalam mendidik anak dengan berkebutuhan khusus, guru perlu memperhatikan bagaimana mengembangkan kemandirian anak dalam belajar dan memperoleh pengalaman baru. Berikut

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp