Jadi Guru di Korea? Tidak Semudah Itu Fergusso !

11 March 2019

Menjadi guru pemerintah di Korea ternyata cukup sulit. Untuk menjadi guru, harus menjalani tes. Jika lulus, akan ditempatkan di sekolah pemerintah yang tersebar di beberapa kota. Berbeda untuk Guru swasta. Syaratnya tidak begitu sulit seperti menjadi guru pemerintah.

Hal ini dijelaskan Rektor SNUed, Prof. Kyng Sung Kim pada Kamis (07/03) lalu saat memberikan materi The Role of Teacher and Parent in Korean Kindergarten.

Menurutnya, untuk menjadi guru di Korea dibutuhkan siswa SMA yang memilih profesi guru. Cukup? Belum. Siswa juga harus yang meraih peringkat pertama di sekolahnya. Nah, dari sini kita bisa melihat begitu pentingnya cikal bakal SDM yang kelak akan menjadi guru. Menjadi guru di Korea memang tidak mudah.

Selain itu, Dr.Jeong juga menjelaskan tentang bagaimana peranan orangtua pada pendidikan anak di Korea. Sedikit juga disinggung bagaimana perbandingan TK di Korea dan di Indonesia.

Orangtua berperan dalam pendidikan bagi anak bukan hanya semata pada kemampuan finansial saja. Namun juga diperlukan dukungan psikis dari dalam. Apa itu? “Kasih sayang,” ungkap Dr. Jeong.

Orangtua memegang peranan penting bagi pendidikan anaknya khususnya di TK. Anak memiliki karakteristik sejak lahir yang banyak dipengaruhi oleh orangtua dan orang yang ada disekitarnya. Asupan gizi yang baik sangat diperlukan anak bagi tumbuh kembangnya.

Hyelin menilai bahwa di TK, orangtua dan guru perlu saling mendukung dalam pendidikan bagi anak. Peranan terbesar ada di tangan orangtua. Sebagai contoh jika ada orangtua yang over protektif maka bisa mengakibatkan anak memberikan kepercayaan yang besar kepada guru.

Dalam penelitiannya di tahun 2017 Jeong beliau mengemukakan bagaimana pentingnya orangtua dalam kesiapan belajar bagi anaknya. “Hubungan guru dan anak harus dipersiapkan di TK dulu, lalu akan membangun kesiapan belajar di SD nantinya,” ujarnya.

Jeong juga mengemukakan empat tipe orangtua. Yaitu permissive atau kurang kontrol namun banyak kasih sayang pada anak. Lalu ada authoritative atau berwibawa dimana kontrol dan kasih berjalan seimbang. Kemudian authoritarian atau otoriter yang memberlakukan kontrol ketat namun tidak ada kasih. Dan yang terakhir uninvolved atau tidak peduli. Tidak ada kontrol dan kasih sayany sama sekali. (*)

Ditulis oleh Risna-Amb

Inspirasi adalah Oleh-oleh yang Tak Ternilai

Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs Abu Khaer MPd meminta kepada seluruh peserta program short course agar mengadaptasi berbagai inspirasi yang ditemui.

Bersama Membahas yang Sedang Hot

Bersama Membahas yang Sedang Hot

Pagi itu, Kamis (07/02) Kota Solo diliputi awan mendung. Udara terasa sedikit dingin. Namun, semua menjadi sirna. Bagaimana tidak, Prof

Satu dari 3 orang anak di Indonesia Mengalami Beban Ganda Gizi

Jakarta (9/10), #sahabatluarbiasa, Stunting merupakan kata yang baru kita dengar akhir-akhir ini. Beberapa Kementerian telah memulai kerja terkait Stunting sejak

Lapor Beri Kami Penilaian WhatsApp